Selasa, 14 Maret 2017

Aqidah berkaitan dengan Iman

AQIDAH BERKAITAN DENGAN IMAN

          Sebagai orang yang mengaku sebagai orang yang beriman, kita harus mengetahui arti Iman, rukun-rukun Iman dan amalan-amalan apa saja yang bisa menambah dan mengurangi Iman, sehingga keimanan kita didasari dengan ilmu dan bashiroh dan akan meningkat kualitas iman kita.

1)   Arti Iman         :
a)    Secara bahasa (etimologi)                                     : pembenaran dan penetapan yang kuat yang mendorong pelaksanaan.

b)    Secara istilah syariat Islam (terminologi)   : terpenuhi 5 hal ;
·         Penetapan dalam hati.
·         Pengucapan di lisan.
·         Pelaksanaan anggota badan.
·         Bertambah dengan ketaatan.
·         Berkurang dengan dosa.

2)   Dalil-dalil yang membuktikan iman harus terdiri dari 5 hal                   :
·         Iman harus terdiri dari keyakinan hati, pengucapan lisan dan pelaksanaan anggota badan      :
الْإِيمَانُ بِضْعَةٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعَةٌ وَسِتُّونَ بَابًا، أَفْضَلُهَا شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَصْغَرُهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ
Iman 70 an atau 60 an cabang, yang paling utama persaksian tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, yang paling lemah menyingkirkan gangguan dari jalan dan malu merupakan bagian dari iman

·         Iman bisa bertambah    :
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

·         Iman bisa lemah dan berkurang         :
«مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ».
"barang siapa yang melihat kemungkaran maka hendaklah dia segera merubahnya dengan tangannya, kalau tidak mampu maka dengan lisannya, kalau tidak mampu maka dengan hatinya, dan itu merupakan iman yang paling lemah”

3)   Pemahaman yang sesat berkaitan dengan iman                 :
a)    Murjiah       : Memisahkan iman dengan amal, iman tidak dipengaruhi amal. Iman hanya sekedar pembenaran dalam hati, atau pengetahuan dalam hati.
·         Bantahan         : seandainya keimanan itu hanya keyakinan dalam hati maka Fir’aun termasuk golongan beriman dalam kisahnya     :        
قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا أَنْزَلَ هَؤُلَاءِ إِلَّا رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ بَصَائِرَ وَإِنِّي لَأَظُنُّكَ يَا فِرْعَوْنُ مَثْبُورًا (102)
102. Musa menjawab: "Sesungguhnya kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan mukjizat-mukjizat itu kecuali Tuhan yang memelihara langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata; dan Sesungguhnya aku mengira kamu, Hai Fir'aun, seorang yang akan binasa". [Al Isro’ : 102]
وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ (14)
14. dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) Padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesudahan orang-orang yang berbuat kebinasaan. [An Naml : 14].

b)    Karromiyah : Iman adalah pengucapan di lisan.
§  Bantahan    : Orang-orang Munafik dalam kisah mereka  :

إِذا جاءَكَ الْمُنافِقُونَ قالُوا نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ اللَّهِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ الْمُنافِقِينَ لَكاذِبُونَ (1)
1. apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata: "Kami mengakui, bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul Allah". dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya kamu benar-benar Rasul-Nya; dan Allah mengetahui bahwa Sesungguhnya orang-orang munafik itu benar-benar orang pendusta. [Al Munafiquuna : 01].

c)    Mu’tazilah dan Khawarij : mereka meyakini bahwa Iman terdiri dari keyakinan dalam hati, ucapan lisan dan amal perbuatan, tetapi keyakinan mereka bahwa iman adalah suatu kesatuan, jika tercampur dengan dosa berupa meninggalkan kewajiban atau melakukan dosa apa saja maka akan hilang secara keseluruhan iman, perbedaan antara Mu’tazilah dan Khawarij tentang pelaku dosa besar, Khawarij mengatakan keadaan mereka kafir di dunia, di akherat kekal di neraka, Mu’tazilah mengatakan keadaan mereka diantara iman dan kafir di dunia, kekal di neraka.

4)   Aqidah yang benar berkaitan dengan pelaku dosa dan pengaruhnya terhadap iman :

a)    Pembagian dosa    :
·         Dosa yang bisa menghapus iman secara keseluruhan         : dosa ini dikenal dengan dosa kesyirikan dan dosa kekafiran, jika seseorang mengerjakannya dalam keadaan sadar dan sengaja maka iman didalam dirinya akan hilang dan menyebabkan dirinya terjatuh di dalam kekafiran dan akan mengekalkan dirinya dalam neraka jika mati dalam keadaan tidak bertaubat dari dosa tersebut.
لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخاسِرِينَ" [الزمر: 65]
65. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi.

·         Dosa yang tidak menghapus iman secara keseluruhan tetapi menguranginya dan melemahkannya        : dosa-dosa ini dikenal dengan “Al Kabair” (dosa-dosa besar) dan “Ash Shoghoir” (dosa-dosa kecil)
الَّذِينَ يَجْتَنِبُونَ كَبَائِرَ الْإِثْمِ وَالْفَوَاحِشَ إِلَّا اللَّمَمَ إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ
32. (yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunanNya. [An Najm : 32].

5)   Dalil-dalil yang menunjukkan pelaku dosa besar tidak dihukumi kafir di dunia dan di akherat tidak kekal di neraka      :
§  Di dunia      : Allah masih mengatakan muslim dan tetap dianggap sebagai saudara, seseorang yang melakukan dosa pembunuhan.
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا
9. dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya!


إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ (10)
10. orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. [ Al Hujurat 10]
§  Di akherat   :
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا (48)
48. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

HR Bukhori 44 Muslim 193      :
«يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ  النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ»

“akan keluar dari neraka seseorang yang berkata Laa ilah illallah dan di dalam hatinya ada sekadar biji sya’iir dari kebaikan, akan keluar dari neraka seseorang yang berkata Laa ilah illallah dan di dalam hatinya ada sekadar biji gandum dari kebaikan, akan keluar dari neraka seseorang yang berkata Laa ilah illallah dan di dalam hatinya ada sekadar biji dzurrah dari kebaikan”.

Abul Hasan Ali Cawas, 16 Jumadil Akhir 1348 H/ 15 Maret 2017 H








Tidak ada komentar:

Posting Komentar