Rabu, 03 Oktober 2018


JANGAN LUPA…
SISIPKAN DOA….


Untuk Guru dan Orang Tua.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).

Ilmu itu diikat lewat tulisan. Jika saat ini lupa, semoga tulisan bisa mengingatkannya. Maka hari ini saya ingin mengabadikan ilmu yang beberapa tahun lalu saya dapat dari guru yang tulus dan bijak. Kata beliau kunci kesuksesan seorang guru bukanlah terletak pada kecerdasan pada materi yang diajar, maupun kepiawaiannya menerangkan. Kita tidak menyangkal kedua hal itu bagian penting, tapi ternyata ada yang lebih mendasar, keresahan guru pada masa depan murid-muridnya. Bukan hanya masa depan di dunia, tapi juga akhiratnya.

Keresahan ini yang kemudian membawanya pada perenungan bagaimana memberikan pendidikan terbaik, bukan hanya mengajar yang dibatasi waktu. Keresahan ini pula yang membuatnya menyungkurkan kening di sepertiga malam terakhir dalam sujud panjangnya. Jika ada di antara muridnya yang sudah dididik dengan baik, sudah ada pendekatan personal, tapi belum membuahkan perubahan akhlak bersebab kerasnya hati, inilah saatnya minta tolong pada sang pemilik hati itu sendiri.

Tahun-tahun terakhir ini kita menghadapi murid yang super. Hampir seluruh teman menjadi korban, pelajaran tidak dipedulikan, rasa hormat pada guru dipendam, ratusan nasihat berlalu begitu saja. Dalam rapat kita sering menyinggung bagaimana solusi terbaik. Bermacam pendapat mengemuka. Kita sadar hatinya keras, tapi ada peluang baginya berubah.

Kalau nasihat sudah tidak mempan, hukuman tidak berdaya, mungkin ini cara Allah mengingatkan untuk lebih banyak menyebut namanya dalam do’a panjang di siang dan malam. Nah, pertanyaannya sudah berapa kali nama siswa tersebut terselip di antara permintaan-permintaan kita? Sudahkan ada do’a tulus untuknya agar kelembutan itu masuk? Tentu saja tidak hanya dia saja, tapi juga murid yang lain.

Betapa besar pula keresahan kita pada keistiqomahan murid yang saat ini terlihat rajin dan cerdas. Sudahkah kita memohon pada sang pemilik hati untuk menjaga dan mengokohkan agar tidak limbung? Baik mendo’akan lembaganya, sekolahnya  pun anak didiknya. Sudahkah itu kita lakukan?.

untuk anak kita.
untuk murid kita.
untuk sekolah kita

web.guru.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar