Senin, 22 Oktober 2018


Bimbingan Aqidah Untuk Pribadi dan Masyarakat # 01 :

[ DIALOG ANTARA PEMERINTAH DAN RAKYAT ]

أخرج عبد الرزاق في المصنَّف والخطيب في تاريخ بغداد:
قال أخبرني عروة بن الزبير أن المسور بن مخرمة أخبره أنه قدم وافدا على معاوية بن أبي سفيان فقضى حاجته ثم دعاه فاخلاه فقال:
يا مسور: ما فعل طعنُك على الأئمة ؟
فقال المسور: دعنا من هذا وأحسن فيما قدمنا له.
قال معاويةلا والله، لتكلمنَّ بذات نفسك والذي تعيب علي.
قال المسور: فلم أترك شيئا أعيبه عليه إلا بينته له.
قال معاوية: لا بريء من الذنب. فهل تعد يا مسور مالي من الإصلاح في أمر العامة، فان الحسنة بعشر أمثالها أم تعد الذنوب وتترك الحسنات؟
قال المسور: لا والله، ما نذكر إلا ما ترى من هذه الذنوب.
قال معاوية: فإنا نعترف لله بكل ذنب أذنبناه، فهل لك يا مسور ذنوب في خاصتك تخشى أن تهلكك إن لم يغفرها الله؟
قال مسور: نعم.
قال معاوية: فما يجعلك أحق أن ترجو المغفرة مني؟
فوالله لما أَلِي من الإصلاح أكثر مما تلي، ولكن والله لا أخُير بين أمرين بين الله وبين غيره، إلا اخترت الله تعالى على ما سواه، وإنا على دين يقبل الله فيه العمل، ويجزي فيه بالحسنات ويجزي فيه بالذنوب إلا أن يعفو عمن يشاء.
فأنا أحتسب كل حسنة عملتها بأضعافها، وأوازي أمورا عظاما لا أحصيها ولا تحصيها، من عمل الله في إقامة صلوات المسلمين والجهاد في سبيل الله -عز و جل- قال المسور: فعرفت أن معاوية قد خصمني حين ذكر لي ما ذكر.

قال عروة فلم يسمع المسور بعد ذلك يذكر معاوية إلا استغفر له.

[ DIALOG ANTARA PEMERINTAH DAN RAKYAT ]

Dialog antara Muawiyah bin Abi Sufyan(seorang Raja Bani Umayyah ) dengan Miswar bin Mahromah –semoga Allah meridhai keduanya-.

Disebutkan oleh Imam Abdurrazak dalam Kitab “Al Mushonnaf” dan Khotib Al Bagdadi dalam Kitab “Tarikh Bagdad”.

Terjadi dialog antara keduanya :

Muawiyah : Wahai Miswar kenapa Engkau mencela kepada kami
   pemerintah ?

Miswar     : Tinggalkan pembicaraan masalah itu, lebih baik kita berbicara
   sesuai tujuan kedatangan kami.

Muawiyah : Tidak demi Allah, harus Engkau sampaikan secara langsung,
   apa yang engkau kritikkan kepada kami.

Miswar     : Maka aku sampaikan semua kritikanku kepada pemerintah
   secara jelas.

Muawiyah : Aku tidak mengingkari semua dosa kekuranganku……
                  Tetapi wahai Miswar apakah Engkau juga menghitung apa yang
  telah Aku lakukan dari perbaikan umum di masyarakat,
  sesungguhnya kebaikan-disisi Allah ta’ala- dilipat gandakan 10
  x kali lipat. Apakah engkau hanya menghitung kejelekan kami
  dan melupakan kebaikan kami ?.

Miswar     : Tidak, demi Allah yang kami sampaikan hanya kejelekan-
           kejelekan, seperti yang engkau dengar.

Muawiyah : Sesungguhnya kami menyadari dosa-dosa kami kepada Allah
  yang kami kerjakan.
  Apakah Engkau wahai Miswar punya dosa yang tidak diketahui
  orang lain yang engkau khawatirkan akan membinasakanmu
  jika tidak minta pengampunan kepada Allah ?
Miswar     : Iya….-aku juga punya dosa seperti itu-.

Muawiyah : Lalu… apa yang membuat engkau merasa lebih pantas untuk
  mendapatkan pengampunan dari Allah daripada diriku ?

  Sesungguhnya perbaikan yang Aku kerjakan jauh lebih banyak
 dari pada perbaikan yang Engkau lakukan.

 Demi Allah…jika aku disuruh memilih antara Allah dan selain
 Allah, pasti aku akan mengutamakan untuk Allah dari pada
 selain Allah.

 Dan berada diatas agama yang aku menghadap kepada Allah
 dengan amalanku, dan Allah pasti akan membalas setiap
 kebaikan dan membalas setiap kejelekan kecuali yang Allah
 kehendaki untuk dimaafkan.

 Dan aku berharap kepada Allah akan melipatgandakan pahala
 amal  kebaikan yang aku kerjakan. Dan aku
 mempertimbangkan amalan besar yang tidak terhitung olehku
 dan olehmu, dari menegakkan dukungan dalam ibadah shalat (5
 waktu, jumatan, shalat Id dll.. ) jihad dijalan Allah….dll

 Pikirkan hal itu…

Miswar     : Aku menyadari bahwa Muawiyah telah mengalahkanku saat
  menyebutkan hal-hal tersebut.


Setelah itu tidaklah disebutkan nama Muawiyah kepada Miswar kecuali mendoakan kebaikan kepadanya agar diampuni segala kesalahannya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar