Materi Khutbah Jum’at
#2 :
[ AMALAN YANG PALING DICINTAI ALLAH TA’ALA ]
سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللهِ؟ قَالَ: الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا. قَالَ:
ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: بِرُّ الْوَالِدَيْنِ. قَالَ: ثُمَّ أَيٌّ؟ قَالَ: الْجِهَادُ
فِي سَبِيْلِ اللهِ
“Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi
wa Sallam, amal apakah yang paling dicintai oleh Allah.” Beliau menjawab,
‘Shalat tepat pada waktunya.’
Aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab,
‘Berbakti kepada kedua orang tua.’
Aku bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab,
‘Jihad di jalan Allah.”
(HR.
Al-Bukhari dan Muslim).
Berbakti kepada orang tua terbagi menjadi 2 macam :
1. dalam keadaan mereka masih hidup.
2. dalam keadaan mereka sudah meninggal
1) Adab Kepada Orang Tua saat mereka masih hidup dengan
: [ Hati, Lisan, Sikap dan Harta ].
(a)
HATI :
·
Hati yang
senantiasa menginginkan kebaikan bagi keduanya.
وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ
إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا (41) إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ
تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا (42)
“Ceritakanlah (Hai Muhammad) kisah Ibrahim di dalam Al Kitab (Al Quraan)
ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.
Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya; “Wahai bapakku, mengapa kamu
menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong
kamu sedikitpun?
(b) LISAN :
·
Berkata yang baik dan lembut :
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ
“Maka sekali-kali janganlah kamu
mengatakan kepada keduanya perkataan “ah”.(QS.
Al Isro’ 23).
(c)
SIKAP :
·
Mentaati perintah
orang tua :
أَطِعْ أَبَاكَ مَا دَامَ حَيًّا وَلاَ تَعْصِهِ
“Tatatilah ayahmu selama dia hidup
dan selama tidak diperinahkan untuk bermaksiat.”
(HR. Ahmad. Dikatakan oleh Syu’aib Al
Arnauth bahwa sanadnya hasan).
·
Janganlah melakukan
perbuatan yang menyebabkan mereka tercela.
“Sesungguhnya di antara dosa besar
adalah seseorang mencela kedua orang tuanya.” Lalu ada yang berkata, “Wahai
Rasulullah, bagaimana seseorang bisa mencela kedua orang tuanya.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang
mencela ayah orang lain, lalu orang lain tersebut mencela ayahnya. Dan
seseorang mencela ibu orang lain, lalu orang lain tersebut mencela ibunya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
(d) HARTA
·
Memberi bantuan
harta :
عن جابر بن عبد الله أن رجلا قال يا رسول الله إن لي
مالا وولدا. وإن أبي يريد أن يجتاح مالي. فقال: ( أنت ومالك لأبيك )
Dari Jabir bin Abdillah, ada seorang
berkata kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku memiliki harta dan
anak namun ayahku ingin mengambil habis hartaku.” Rasulullah bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.”
(HR. Ibnu Majah, no. 2291, dinilai sahih oleh
Al-Albani)
2) Adab kepada orang tua setelah meninggal :
Ada datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata,
“Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku
ketika mereka telah meninggal dunia?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallammenjawab, “Iya (masih tetap ada bentuk berbakti pada keduanya,
pen.). (Bentuknya adalah) mendo’akan keduanya, meminta ampun untuk keduanya,
memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim
(kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan
memuliakan teman dekat keduanya.” (HR. Abu Daud no. 5142 dan Ibnu Majah no.
3664. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban, Al-Hakim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar