Senin, 23 Juli 2018

JADWAL IBADAH DAN ISTIRAHAT PENDIDIK SDS IT ALFALAH  
1.    Pukul 07.00-08.10    : Program membaca dan menghafal Al Qur’an bagi semua pendidik dan tenaga kependidikan SDS IT ALFALAH, di masjid dan di kelas.
.عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-
« مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ ».
 “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.
(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469).
2.    Pukul 08.10                : Setelah tahfizh melaksanakan shalat dhuha minimal 4 rekaat.
قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَا ابْنَ آدَمَ لاَ تَعْجِزْ عَنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَكْفِكَ آخِرَهُ
Allah Ta’ala berfirman: Wahai anak Adam, janganlah engkau tinggalkan empat raka’at shalat di awal siang (di waktu Dhuha). Maka itu akan mencukupimu di akhir siang.”
(HR. Ahmad (5/286), Abu Daud no. 1289, At Tirmidzi no. 475, Ad Darimi no. 1451 . Syaikh Al Albani dan Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih)
3.    Shalat Dhuhur dan Asar   : Tepat waktu jangan terlambat atau masbuk, sehingga bisa melaksanakan shalat sunnah qabliyah dan bakdiyah.
مَنْ صَلَّى لِلَّهِ أَرْبَعِينَ يَوْمًا فِى جَمَاعَةٍ يُدْرِكُ التَّكْبِيرَةَ الأُولَى كُتِبَتْ لَهُ بَرَاءَتَانِ بَرَاءَةٌ مِنَ النَّارِ وَبَرَاءَةٌ مِنَ النِّفَاقِ
Siapa yang melaksanakan shalat karena Allah selama empat puluh hari secara berjamaah, ia tidak luput dari takbiratul ihram bersama imam, maka ia akan dicatat terbebas dari dua hal yaitu terbebas dari siksa neraka dan terbebas dari kemunafikan.(HR. Tirmidzi, no. 241. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2652).
4.    Tidur siang   : sesuai jadwal masing-masing di putra dan putri.
Dalil yang menganjurkan tidur qailulah (tidur siang) adalah hadits dari
قِيْلُوْا فَإِنَّ الشَّيَاطِيْنَ لاَ تَقِيْلُ
Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.(HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1647).
·          1.. Sumber kekuatan kita adalah pertolongan Allah ta'ala maka jaga ibadah dengan sebaik-baiknya, niatkan segala sesuatu Ikhlas mengharap pahala dari Allah ta'ala.
jj
2





Rabu, 30 Mei 2018

Mutiara Salaf  40
[SALAF DAN BULAN RAMADHAN]
# 02
[ RAMADHAN DAN SHALAT MALAM ]

: أمر عمر بن الخطاب رضي الله عنه أبَي بن كعب وتميما الداري رضي الله عنهما أن يقوما للناس في رمضان، فكان القاريء يقرأ بالمئين، حتى كنا نعتمد على العصي من طول القيام، وما كنا ننصرف إلاَّ في فروع الفجر . أخرجه البيهقي

§  Umar bin Khattab-semoga Allah meridhainya- memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim Ad Dary untuk menjadi imam dalam shalat malam bagi manusia, maka setiap imam membaca surat yang ayatnya di atas seratus, hingga kami bersandar dengan tongkat dari panjang berdirinya, dan tidaklah kami selesai kecuali mendekati shalat fajr [ diriwayatkan oleh Imam Baihaqi ]

وعن مالك عن عبد الله بن أبي بكر قال: سمعت أبي يقول: كنا ننصرف في رمضان من القيام فيستعجل الخدم بالطعام مخافة الفجر . أخرجه مالك في الموطأ

§  Dari Imam Malik, meriwayatkan dari Abdillah bin Abi Bakr berkata : Aku mendengar ayahku (Abu Bakr) berkata :

“Dahulu kami pulang setelah selesai melaksanakan shalat malam pada bulan Ramadhan, para pelayan kami tergesa-gesa menyiapkan makan sahur, karena khawatir datangnya waktu shalat shubuh”.

[ diriwayatkan Imam Malik dalam kitab Muwatho’ ]

وعن داود بن الحصين عن عبد الرحمن بن هُرْمز قال: كان القراء يقومون بسورة البقرة في ثمان ركعات، فإذا قام بها القراء في اثنتي عشرة ركعة رأى الناس أنه قد خفف عنهم . أخرجه البيهقي
§  Dari Dawud bin Husain diriwayatkan dari Abdirrahman bin Hurmuz, bahwa beliau berkata :

“ Dahulu para Imam shalat-dizaman sahabat- berdiri shalat dengan membaca surat Al Baqarah dalam 8 rekaat, jika ada Imam shalat yang membaca surat Al baqarah dalam 12 rekaat maka manusia menganggap mereka telah meringankan shalat bagi mereka.

[ Sunan Baihaqi ]



sditalfalahcawas.com
abul hasan ali


Selasa, 29 Mei 2018

JEJAK SALAF DI BULAN RAMADHAN # 01

[ RAMADHAN DAN AL QUR’AN ]

كان الأسود بن يزيد يختم القرآن في رمضان في كل ليلتين، وكان ينام بين المغرب والعشاء،

§  Bahwasanya Al Aswad bin Yazid, mengkhatamkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan setiap dua malam, biasanya beliau tidur antara magrib dan isya’ (kemudian shalat malam sampai pagi).

كان مالك بن أنس إذا دخل رمضان يفر من الحديث ومجالسه أهل العلم ويقبل على تلاوة القرآن من المصحف

§  bahwasanya Imam Malik bin Anas jika datang bulan Ramadhan, meninggalkan pembelajaran ilmu hadits dan majlis bersama para ulama dan memfokuskam terhadap bacaan Al Qur’an dengan melihat mushaf.

وقال الربيع بن سليمان: كان الشافعي يختم القرآن في شهر رمضان ستين ختمة

§  berkata Ar Rabii’ bin sulaiman : bahwasanya Imam Syafi’i mengkhatamkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan sebanyak 60 kali.

كان محمد بن إسماعيل البخاري يختم في رمضان في النهار كل يوم ختمة، ويقوم بعد التراويح كل ثلاث ليالٍ بختمة

§  Bahwasanya Imam Bukhori mengkhatamkan Al Qur’an pada bulan Ramadhan sehari satu kali pada siangnya, dan beliau berdiri shalat setelah tarawih mengkhatamkan setiap 3 hari sekali.

referensi :
[kitab Siyar A’lamin Nubala : karya Imam Dzahabi]


sditalfalahcawas
Abul Hasan Ali



Senin, 28 Mei 2018

PADA SAAT ADZAN, MASIH PEGANG GELAS,BOLEHKAH DIMINUM ?
-upaya meluruskan pemahaman-
Ada sebagian kaum muslimin yang berpendapat, bolehnya minum air di gelas saat adzan jika sedang dipegang oleh tangan, berdalilkan hadits berikut :

«إِذَا سَمِعَ أَحَدُكُمُ النِّدَاءَ وَالْإِنَاءُ عَلَى يَدِهِ، فَلَا يَضَعْهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ مِنْهُ»
“Apabila salah seorang dari kalian mendengar adzan dalam kondisi bejana (air minum) ada di tangannya, jangan diletakkan sampai dia menunaikan hajatnya darinya (meminumnya)”. [HR. Abu Dawud : 2350 dan selainnya. ]
Maka perlu kami jelaskan dari 3 sisi:
1.   Hadits ini secara sanadnya diperselisihkan oleh para ulama keshahihannya, tetapi yang lebih kuat bahwa hadits ini lemah (dhoif), diantara ulama yang mendhoifkannya adalah Imam Abu Hatim dalam kitab “ilal”nya.

2.   Makna dan maksud dari hadits diatas dan pemahaman yang benar dari hadits tersebut -menurut ulama yang menshahihkan- adalah boleh minum jika muadzin adzan sebelum waktunya atau sebelum terbit fajar, akan tetapi kalau muadzin adzan tepat pada waktunya maka tidak boleh meneruskan makan minumnya walau sudah ditangan.

Penjelasan para ulama :

·         Imam An-Nawawi –rahimahullah- menukil dari Imam Al-Baihaqi –rahimahullah- berkata :

وَهَذَا إنْ صَحَّ مَحْمُولٌ عِنْدَ عَوَامِّ أَهْلِ الْعِلْمِ عَلَى أَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلِمَ أَنَّهُ يُنَادَى قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ بِحَيْثُ يَقَعُ شُرْبُهُ قُبَيْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ قَالَ ...أَوْ يَكُونَ خبرا عن الْأَذَانِ الثَّانِي
Jika hadits ini shahih, maka menurut mayoritas ulama’ dibawa kepada kemungkinan (1)bahwa “adzan” yang dimaksud pada hadits tersebut dikumandangkan sebelum fajar shadiq, dimana perintah nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- untuk meminumnya, terjadi mendekati fajar shadiq, (bukan “adzan” untuk shalat Subuh)... (2) Atau, yang dimaksud “adzan” di dalam hadits itu adalah “adzan pertama”, bukan “adzan kedua” (sebagai tanda masuknya shalat Subuh)”. [ Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab : 6/311-312 ].

·         Menurut Imam Al-Khathabi –rahimahullah- (w. 388 H) :

itu untuk seorang yang masih ragu tentang kemunculan fajar shadiq dikarenakan sesuatu dan lain hal, seperti cuaca mendung, atau karena sebab-sebab yang lain. Namun jika telas sampai ilmu kepadanya secara pasti akan datangnya fajar shadiq, maka dia wajib untuk menahan diri dari makan dan minum. Beliau berkata :
معناه أن يسمع الأذان وهو يشك في الصبح
“Maknanya (hadits di atas), seorang mendengar adzan dalam kondisi dia ragu di dalam waktu Subuh”. [ Ma’alimus Sunan : 2/106 ].


3.   Bahwa makan dan minum setelah adzan berkumandang telah datang larangan dalam Al Qur’an dan Hadits yang lebih jelas dan lebih shahih.
{فكلوا واشربوا حتى يتبين لكم الخيط الأبيض من الخيط الأسود من الفجر}
Makan dan minumlah sampai jelas bagi kalian benang putih dengan benang hitam (QS Al Baqarah : 184)

 Sabda Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- :
إنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ
“Sesungguhnya Bilal adzan di malam hari (adzan pertama), maka makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum adzan (adzan kedua atau adzan untuk shalat Subuh)”.[ HR. Al-Bukhari dan Muslim ].


KESIMPULAN :

Jika fajar shadiq telah tiba dengan ditandai dengan adzan Shalat Subuh, sedangkan di dalam mulut kita ada makanan, maka hendaknya kita muntahkan kemudian hendaknya sempurnakan puasanya. Jika seorang dengan sengaja menelannya dalam kondisi dia tahu secara pasti bahwa fajar telah muncul, maka puasanya batal. Ini merupakan perkara yang tidak ada perselisihan di kalangan ulama’.


Disusun oleh :

Abul Hasan Ali Klaten
Forum Salafy Klaten