Senin, 10 Desember 2018

 -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menargetkan, melalui sistem zonasi pada tahun depan, siswa tidak perlu lagi mendaftar masuk sekolah. Sebab, namanya sudah terdaftar di sekolah tersebut.

"Kami menargetkan, pada tahun depan siswa tidak perlu lagi mendaftar. Tapi, namanya sudah terdaftar di sekolah yang ada di dekat rumahnya. Mudah sekali sebenarnya, jika zonasi ini diterapkan karena siapa yang masuk SMP tahun depan adalah anak yang duduk di kelas enam sekarang ini," ujar Mendikbud dalam diskusi di Jakarta, Senin (10/12).

Untuk menerapkan sistem zonasi tersebut, diperlukan kerja sama dengan pemerintah daerah, terutama dinas kependudukan dan catatan sipil. Data tersebut juga bisa digunakan untuk pendataan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Sistem zonasi, kata Muhadjir, merupakan puncak dari restorasi pendidikan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). "Zonasi ini mengutamakan kedekatan jarak domisili peserta didik dengan sekolah," jelas dia.

Zonasi tidak hanya digunakan untuk mendekatkan lingkungan sekolah dengan peserta didik, tetapi juga mencegah penumpukan guru berkualitas di suatu sekolah, menghilangkan eksklusivitas, dan mengintegrasikan pendidikan formal dan nonformal. Ke depan, Kemendikbud akan memberikan bantuan berdasarkan sistem zonasi sehingga bantuan bisa terpetakan dan terarah.

Dengan sistem zonasi itu, anggaran bisa difokuskan untuk kesejahteraan guru, peningkatan pelatihan guru, dan anggaran untuk afirmasi. "Kemudian, Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) diharapkan bisa dikoordinasikan dengan baik," kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu.



Mendikbud berharap, ke depan, kebijakan zonasi tersebut bisa dijadikan Perpres. Saat ini, sudah ada sekitar 2.570 zonasi. Mendikbud berharap, bisa meningkat hingga 5.000 zonasi.

Selasa, 04 Desember 2018


Metode Salaf Dalam Pendidikan Anak 12

[ AYAH PERHATIAN LEBIH UNTUK KELUARGA ]

عن حماد بن زيد قال: قال لي أيوب ـ السختياني ـ: لو احتاج أهلي إلى دستجه بقل، لبدأت بها قبلكم.
حلية الأولياء(3/ 10)

Dari Hammad bin Zaid berkata : berkata kepadaku Ayyub Asikhtiyani :
“ Kalau keluargaku membutuhkan sekeranjang sayur maka akan saya penuhi kebutuhan mereka sebelum -mengajar- kalian

[ Hilyah Al Auliya’ : 3 /10 ]



Senin, 03 Desember 2018


Metode Salaf Dalam Pendidikan Anak 10

[ PENGASIH DAN PENYAYANG ]

عن إبراهيم بن شيبان قال: سمعت إسماعيل ابن عبيد يقول: لما حضرت أبي الوفاة، جمع بنيه، وقال، يا بني، عليكم بتقوى الله، وعليكم بالقرآن فتعاهدوه، وعليكم بالصدق؛ حتى لو قتل أحدكم قتيلاً ثم سئل عنه، أقر به؛ والله، ما كذبت كذبه منذ قرأت القرآن؛ يا بني، وعليكم بسلامة الصدور لعامة المسلمين، فوالله، لقد رأيتني وأنا لا أخرج من بابي، وما ألقى مسلماً، إلا والذي في نفسي له، كالذي في نفسي لنفسي؛ أفترون أني لا أحب لنفسي إلا خيراً.

 حلية الأولياء(6/ 85 - 86)

Dari Ibrahim bin Syaiban, berkata : Saya mendengar Ismail bin Ubaid -semoga Allah merahmatinya- berkata :

“ Saat Ayahku menjelang wafat maka beliau mengumpulkan anak-anaknya, sembari berkata :

“ Wahai putra putriku, hendaknya kalian menjaga taqwa kepada Allah ta’ala, hendaknya kalian menjaga Al Qur’an dan senantiasa mengulang-ulangnya, hendaknya kalian menjaga kejujuran, sehingga kalau seandainya kalian membunuh seseorang kemudian ditanya siapa pembunuhnya ? maka akuilah. Demi Allah saya tidak pernah berdusta satu kali dustapun semenjak membaca Al Qur’an.

Wahai putra putriku hendaknya kalian menjaga KESELAMATAN HATI bagi keumuman UMAT ISLAM, demi Allah kalian telah menyaksikanku tidaklah Saya keluar dari pintu rumahku ini, kemudian saya bertemu dengan seorang muslim pun kecuali perasaanku kepada dirinya seperti perasaanku kepada diriku sendiri.
Tentu saja kalian mengetahui perasaan ku terhadap diriku, tidak menginginkan kecuali kebaikan.

[ Hilyah Al Auliya :  6 /85-86 ]




Minggu, 02 Desember 2018


 Metode Pendidikan Salaf # 9

[ SELEKTIF DALAM MEMILIHKAN TEMAN ]

عن عبد الله بن طاووس قال: قال لي أبي: يا بني، صاحب العقلاء تنسب إليهم، وإن لم تكن منهم؛ ولا تصاحب الجهال فتنسب إليهم، وإن لم تكن منهم؛ واعلم، أن لكل شيء غاية، وغاية المرء حسن خلقه.
حلية الأولياء(4/ 13)

Dari Abdullah bin Thawus berkata : Ayahku memberi nasihat kepadaku :

“ Wahai putraku, carilah teman yang berakal (menggunakan akalnya untuk iman dan amal shalih) maka engkau akan termasuk golongan mereka walaupun engkau tidak seperti mereka.
Jangan engkau mencari teman yang bodoh (tidak mau memahami iman dan amal) sehingga dimasukkan dalam golongan mereka, walaupun engkau tidak seperti mereka.
Ketahuilah segala sesuatu ada tujuan utamanya dan puncak tujuan utama seseorang adalah kemuliaan akhlaknya”.

[ Hilyah Al Auliya’ : 4/13 ]