Minggu, 08 Oktober 2017

Bismillah

CACINGAN PADA ANAK

                Pernahkah kita perhatikan, kadangkala buah hati kita pernah mengeluh sakit perut seperti mual, muntah atau diare, atau mengalami anoreksia (hilang nafsu makan) ?. Walaupun penyebab sakit perut pada anak sangat banyak, tapi jika anak kita mengalami gejala di atas, kita perlu curiga mungkin itu gejala cacingan.
Pada kasus yang berat, cacingan dapat menyebabkan infeksi pada apendiks dan pankreas. Pada sejumlah cacing yang mengisap darah, dapat menyebabkan anemia pada anak jika tidak diterapi.    Berkaitan  dengan hal tersebut, dan karena akan diadakannya pemberian obat cacing di sekolah kita ini, sedikit akan kita ulas apa sebenarnya cacingan itu sendiri.

1.       Apa yang dimaksud cacingan ?
Cacingan sebenarnya istilah kita secara umum. Secara medis, infeksi karena cacing disebut sebagai Ascariasis, Trichuriasis, Ancylostomiasis, Taeniasis dan sebagainya, tergantung jenis cacing penyebabnya.
2.       Apa penyebab cacingan ?
Spesies utama yang menginfeksi manusia adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing cambuk (Trichuris trichiura) dan cacing tambang (Necator americanus dan Ancylostoma duodenale).

3.       Apa gejala dan tanda cacingan ?
-          Kurang nafsu makan, lesu, perut buncit
-          Berat badan menurun
-          Nyeri perut, mual-mual, muntah
-          Bisa diare atau sembelit
-          Keluar cacing dari mulut atau dubur
-          Kadang disertai gatal di sekitar anus
4.       Bagaimana anak tertular cacing ?
-          Makanan dan alat makan yang tidak higienis
-          BAB sembarangan
-          Kontak dengan tanah yang terdapat telur cacing
-          Jarang pakai alas kaki
-          Tidak cuci tangan sebelum makan dan sehabis dari KM, dll

5.       Kapan dikatakan cacingan ?
Gejala cacingan sering tidak terlihat jelas. Pada anak, yang paling sering dikeluhkan adalah rasa mual, ingin muntah, diare/sembelit dan gangguan nafsu makan. Riwayat sering kontak dengan tanah juga perlu ditanyakan. Gejalanya harus dibedakan dengan penyakit lain yang juga menyebabkan keluhan pada perut dan juga anoreksia. Untuk memastikan diagnosa, diperlukan pemeriksaan feses (tinja)/ swab anus, yaitu dengan ditemukannya telur atau cacing dalam tinjanya.

Diagnosa pasti:
-          Bila ditemukan cacing atau telur cacing dalam tinjanya
-          Bila terdapat cacing yang hidup dan berkembangbiak dalam usus halus manusia
Dan tentu saja hal di atas sulit dilakukan/perlu biaya besar jika diterapkan pada semua anak yang kita duga terinfeksi cacing.  Maka dari itu, kita perlu hati-hati jika anak kita mengalami gejala di atas. Dan sebagai langkah preventif , disamping berusaha menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kita bisa memberikan obat cacing untuk anak-anak kita.
6.       Apa bahaya cacingan pada anak ?
-          Anak mudah lelah dan rewel
-          Anak menjadi kurang gizi karena cacing mengisap zat gizi/makanan dari usus
-          Anak menjadi anemia karena cacing mengisap darah dalam tubuh
-          Menurunkan kemampuan belajar pada anak sekolah
-          Mengganggu pertumbuhan anak

7.       Bagaimana mencegah cacingan ?
-          Cuci tangan dengan sabun, setelah BAB, setelah menceboki anak, sebelum menyiapkan makanan, sebelum makan
-          Minum air yang bersih dan air yang sudah direbus
-          BAB di jamban
-          Menjaga kebersihan makanan dari lalat dengan menutupnya memakai tudung saji
-          Memakai alas kaki
-          Mencuci bersih sayuran dan bahan makanan sebelum dimasak dan dimasak sampai matang

8.       Apa program dari pemerintah dalam hal ini ?
-          Pemberian obat cacing dari pemerintah, minimal 1x tiap tahun. Sifatnya gratis. Biasanya ke sekolah-sekolah, karena sebagian besar yang terkena adalah anak-anak usia SD
-          Atau melalui kegiatan penjaringan/pemeriksaan kesehatan anak sekolah
-          Atau anak balita minum obat cacingan yang dibagikan bersamaan dengan pemberian vitamin A.

9.       Mengapa anak harus mendapat obat cacing sekali setahun ?
Karena anak sangat mudah terinfeksi cacing perut. Pemberian obat cacing ini sebagai tindakan preventif (pencegahan) dan juga bias sekaligus kuratif (pengobatan).
Kita tidak bisa setiap detik memantau aktivitas anak-anak kita, apalagi membatasi ruang gerak mereka untuk bisa bermain dan bersosialisasi dengan teman-temannya.
Anak yang suka bermain dan kontak dengan tanah, kadang lupa atau tidak mau cuci tangan, mungkin belum bisa cebok sendiri, makanan dan alat makannya mungkin kurang higienis, tertular temannya dan sebagainya, merupakan faktor predisposisi terkena cacingan.

10.   Obat apa yang diberikan ?
-          Albendazole, dosis tunggal (400mg)
-          Albendazole dipilih karena sifatnya broad spectrum (spektrumnya luas dalam mengobati infeksi cacing gelang, cacing pita, cacing tambang dan yang lainnya).
-          Obat ini juga bersifat vermicid, larvacid dan ovicid, jadi efektif terhadap semua stadium cacing, larva maupun telurnya. Reabsorbsi di usus rendah tapi masih lebih baik daripada Mebendazole.
-          Obat ini tidak boleh digunakan pada wanita hamil karena bersifat teratogenik.  Tidak aman untuk ibu menyusui, dan tidak boleh pada anak di bawah 2 tahun.
-          Tablet albendazole bisa dikunyah, ditelan atau digerus lalu dicampur makanan
-          Sebelum minum obat cacing, anak/balita harus sarapan dulu di rumah masing-masing
-          Efek samping karena obat ini jarang terjadi, kalaupun terjadi biasanya ringan, berupa perasaan kurang nyaman pada saluran cerna, sakit kepala, gatal, mulut kering
Demikian, semoga yang sedikit ini bermanfaat dan semoga Allah menjaga putra putri kita dari penyakit ini maupun penyebarannya.

Allohu a’lam, dan Allahlah pemilik segala kesempurnaan.

Referensi:
Buku Saku Dokter
Direktorat Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang
Obat-obat Penting. Khasiat, Efek & Penggunaannya

dr. Ummu Maryam Yuni

_ Sie Kesehatan Al Falah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar