Sabtu, 03 Juli 2021

 Pesan Ulama Salaf

Sahl At-Tusturi rahimahullahu Ta’ala mengatakan,

لا يزال الناس بخير ما عظموا السلطان والعلماء، فإذا عظموا هذين أصلح الله دنياهم وأخراهم، وإذا استخفوا بهذين أفسد دنياهم وأخراهم

“Kaum muslimin akan senantiasa berada di atas kebaikan selama mereka memuliakan penguasa dan ulama. Jika mereka memuliakan keduanya, maka Allah Ta’ala akan memperbaiki dunia dan akhirat mereka. Jika mereka meremehkannya, maka rusaklah dunia dan akhirat mereka.” (Tafsir Al-Qurthubi, 5/260)

Beliau rahimahullahu Ta’ala juga mengatakan,

هذه الأمة ثلاث وسبعون فرقة: اثنتان وسبعون هالكة، كلّهم يبغض السلطان، والناجية هذه الواحدة التي مع السلطان

“Umat ini akan berpecah menjadi tujuh puluh tiga kelompok. Tujuh puluh dua kelompok akan binasa, mereka semua (sepakat untuk) membenci penguasa. Adapun satu kelompok yang selamat, mereka selalu bersama penguasa (tidak membenci penguasa, pen.).” (Quut Al-Quluub, 2/242)

Maksudnya, kelompok yang selamat tersebut tidaklah menjadikan penguasa sebagai musuh.

Imam Al-Barbahari rahimahullahu Ta’ala berkata,

وإذا رأيت الرجل يدعو على السلطان فاعلم أنه صاحب هوى، وإذا رأيت الرجل يدعو للسلطان بالصلاح فاعلم أنه صاحب سنة

“Jika Engkau melihat seseorang yang mendoakan jelek kepada penguasa, maka ketahuilah bahwa dia adalah seorang pengikut hawa nafsu (ahli bid’ah). Jika Engkau melihat ada seseorang yang mendoakan kebaikan kepada penguasa, maka ketahuilah bahwa dia di atas sunnah (petunjuk Nabi).” (Syarhus Sunnah, hal. 113)

 

Senin, 24 Mei 2021

 

KISAH KEDUA

Allah subhanahu wa ta’ala mengajari Nabi Adam -alaihis salam- ilmu

 

Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan dalam Surat Al Baqarah : 31-32

 

ﱡﭐ  

 

Dan Allah mengajarkan ilmu kepada Adam nama-nama sesuatu, kemudian Allah menyodorkan kepada Malaikat nama-nama sesuatu tersebut dan berkata :”Beritahukan kepadaKu tentang nama-nama benda ini, jika kalian memang benar mengetahui.”

 

ﭐﱡﭐ     

 

“Para Malaikat berkata : “Maha Suci Engkau Yaa Allah, kami tidak mempunyai ilmu, kecuali apa-apa yang Engkau ajarkan kepada kami.” Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”

 

Dalam ayat ini Allah menjelaskan kepada kita, sebab keunggulan Nabi Adam dibandingkan para Malaikat adalah dengan sebab ilmu yang Allah ajarkan kepada Adam yang tidak Allah ajarkan kepada Malaikat.

Allah tidak memberikan kepada Adam kelebihan harta dibanding Malaikat. Allah juga tidak memberikan kelebihan fisik kepada Adam dibanding Malaikat, tetapi Allah memberikan kelebihan ilmu.

Kisah di atas menunjukkan kelebihan ilmu dibanding harta dan kekuatan fisik. Oleh sebab itu mari kita semangat menguasai ilmu sebaik-baiknya. Terutama ilmu agama yang bermanfaat. Dengan ilmu kita akan memperoleh kemuliaan dan kebahagiaan kehidupan dunia dan akhirat.

Rabu, 14 April 2021

 Ramadhan

Pendidikan Untuk Bersabar

Sabar artinya :

 

ﭧﭐﭨﭐﱡﭐ       الزمر:

١٠

وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ

 

Barangsiapa yang sungguh-sungguh berusaha untuk bersabar maka Allâh akan memudahkan kesabaran baginya. Dan tidaklah sesorang dianugerahkan (oleh Allâh Subhanahu wa Ta’ala ) pemberian yang lebih baik dan lebih luas (keutamaannya) dari pada (sifat) sabar

[ HR Bukhari Muslim ]

 

وعن عمر بن الخطاب - رضي الله عنه - أنه قال: وَجَدْنَا خَيْرَ عَيْشِنَا بِالْصَّبْرِ

الدر المنثور (1/ 163).