Rabu, 04 Oktober 2017

BEKAL GURU # 6

[ DERMAWAN ]

Seorang guru hendaknya menjadi pribadi yang dermawan, dermawan mengajarkan ilmu kepada muridnya, dermawan dalam memberi nasehat kebaikan kepada muridnya, dermawan dalam memberikan waktu kepada para muridnya.
Seorang guru hendaknya menghindari sifat bakhil, kikir, perhitungan, semua diukur dengan harta dunia, di dalam mengajarkan ilmu kepada muridnya dan bermuamalah dengan rekan kerjanya.

‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma berkata :
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰـهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ ، ِ
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling dermawan dengan kebaikan
[ HR Bukhari Muslim ]

          قال الرافعي ×: =إن السعادة الإنسانية الصحيحة في العطاء دون الأخذ، وإن الزائفة هي الأخذ دون العطاء، وذلك آخر ما انتهت إليه فلسفة الأخلاق+.([1])
وحي القلم 
3/13
Berkata Ar Rafi’I –semoga Allah merahmatinya- :

“Sesungguhnya kebahagian seorang manusia yang sesungguhnya adalah kalau dia mampu memberi sesuatu tanpa mengambil imbalan,
Dan sesungguhnya suatu kepalsuan dan kerendahan adalah jika seseorang mengambil imbalan tanpa melaksanakan tugasnya.
Dan itu merupakan tingkatan yang terakhir dari kerendahan akhlak”.

وقال ابن حزم ×: =الباخل بالعلم ألأم من الباخل بالمال؛ لأن الباخل بالمال أشفق من فناء ما بيده، والباخل بالعلم بخل بما لا يَفْنى على النفقة، ولا يفارقه مع البذل+

الأخلاق والسير ص22.

Berkata Ibnu Hazm –semoga Allah merahmatinya- :

“ Orang yang bakhil dalam ilmu lebih tercela daripada orang yang bakhil dalam harta, karena orang bakhil dengan harta khawatir akan hilangnya harta miliknya, sedangkan orang bakhil dengan ilmu, bakhil dengan sesuatu yang tidak berkurang jika 
dinafkahkan kepada orang lain, dan tidak akan pergi dengan pemberian.

Abul Hasan Ali Cawas  ©

عفا الله عنه و والديه و أهله  





Tidak ada komentar:

Posting Komentar