Rabu, 11 Oktober 2017

Bismillah

BELAJAR DARI “BENTUK DAUN”

                Pernahkah kita perhatikan bentuk daun mawar yang mempunyai tulang-tulang daun yang menyirip? Atau daun singkong yang bentuknya seperti jari?. Allah menciptakan bentuk daun yang berbeda-beda tapi semuanya punya keunikan dan manfaat yang berbeda-beda. Kita tidak bisa mengatakan bahwa tulang daun mawar yang menyirip merupakan bentuk daun yang terbaik. Kita tidak bisa juga mengatakan bahwa bentuk daun singkong yang terbaik karena bentuknya unik. dan membawa manfaat yang besar untuk manusia. Karena apa? Karena Allah telah ciptakan semuanya dalam keanekaragaman, dengan segala kelebihan dan kekurangan, untuk saling melengkapi.

 Allah Ta’ala juga berfirman :
أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ
Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (Al Mukminun:115).

                Begitu juga kita di dunia ini, tidak bisa kita katakan bahwa kita yang terbaik, kemudian menuntut orang lain juga untuk punya “tulang daun” dan “bentuk daun” seperti kita. Karena Allah memang menciptakan kita untuk saling melengkapi

                Demikian pula dengan anak-anak kita. Ada di antara mereka yang menonjol dalam hafalannya tapi lemah dalam materi umum. Ada yang kuat pemahaman dalam materi diniyah tapi lambat dalam memahami pelajaran umum, dsb. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk seluruhnya sempurna seperti yang kita inginkan.

 Jika Allah takdirkan dia punya “bentuk daun menjari”, maka pupuklah dia agar benar-benar membawa manfaat dengan apa yang Allah takdirkan bagi dirinya. Jika Allah takdirkan dia punya “bentuk daun sejajar” seperti daun rumput, yang menurut pandangan kita tidak berguna, tapi yakinlah, anak kita pasti punya potensi yang mungkin belum kita ketahui. Walau hanya seperti daun rumput, yang menurut pandangan kita tidak membawa manfaat atau malah bisa menjadi “penganggu” bagi lingkungan sekitarnya, tapi setidaknya rumput bisa mencegah erosi tanah jika ditanam di pematang sawah. Begitu juga anak kita, jika Allah takdirkan dia tidak secerdas teman-temannya, yakinlah dia punya sisi kelebihan yang kadang tidak kita duga.

                Seperti apapun anak kita, jangan pernah malu atas keadaan dirinya, apalagi malah menjatuhkan dia di depan teman-teman atau keluarganya. Bangunlah kepercayaan dirinya, yakinkan bahwa dirinya bisa memberikan manfaat untuk orang lain walau dia punya keterbatasan. Dan jika Allah takdirkan dia punya kecerdasan luar biasa, ajarilah dia untuk bisa menghargai orang lain dan tidak merendahkan orang lain.

            Dari bentuk daun, kita bisa belajar. Dan dari seluruh ciptaan Allah, kita bisa mengambil pelajaran. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka”. [Ali ‘Imran/3:190-191].

Maha Suci Engkau Ya Allah dan bagi Mu segala pujian dan kesempurnaan.

Allohu a’lam
Ummu Maryam

WA WALI MURID AL FALAH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar