Senin, 04 November 2019


Enam Bentuk Kerjasama Orangtua dengan Sekolah.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu;
[at-Tahrîm/66:6]
SAHABAT KELUARGA AL FALAH-

Bukan jamannya lagi orangtua menyerahkan sepenuhnya urusan pendidikan anaknya ke sekolah. Bukan jamannya lagi pula bila keberhasilan atau kegagalan seorang anak dalam bidang akademik ditentukan sekolah apa atau sekolah di mana.
Bahkan yang sangat disayangkan lagi, ada orang tua yang menghambat kebijakan sekolah yang baik, seperti melarang anaknya piket menyapu misalnya dengan alasan “seperti babu”

 Berbagai survey dan realitas di lapangan, baik di skala internasional maupun skala nasional, menunjukkan, kerjasama antara sekolah dan orangtua siswa didik sangat penting untuk terjaminnya keberhasilan siswa, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Terkait kerjasama sekolah dan orangtua peserta didik itu, ada salah satu pertanyaan, seperti apa bentuk kerjasamanya?

menyebutkan, ada enam tipe keterlibatan keluarga atau masyarakat dalam pendidikan di sekolah untuk meningkatkan iklim sekolah dan keberhasilan siswa di sekolah.  

 Enam tipe pelibatan keluarga itu adalah :  

1.   Parenting atau Kelas Orangtua

Parenting ini merupakan kegiatan mengumpulkan para orangtua siswa dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang tumbuh kembang anak hingga dewasa. Hal ini sangat penting agar para orangtua siswa dapat memberikan bantuan yang tepat bagi percepatan tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya masing-masing. Kegiatan parenting ini bisa berupa diskusi, ceramah, seminar dan lain-lain kegiatan dengan menghadirkan narasumber yang kompeten, seperti psikolog, atau pendidik.

Lebih baik lagi, jika ada buku panduan khusus, juga ada absensi kehadiran saat kajian “sekolah orang tua” dan ada ujian, tes dan rapor untuk orang tua.

2.     Dialog Kegiatan
dialog ini adalah upaya yaang dilakukan sekolah untuk meningkatkan komunikasi timbal balik atau komunikasi dua arah dengan para orangtua siswa tentang hal-hal yang berkaitan dengan program sekolah dalam meningkatkan hasil belajar dan karakter siswa serta kemajuan/prestasi yang sudah dicapai oleh sekolah dan siswa. Contoh kegiatan ini misalnya sekolah melakukan komunikasi secara teratur, sistematis dan terencana. Dalam kegiatan ini juga terbuka peluang dialog melalui sarana teknologi, seperti telepon, SMS, atau media sosial dengan group WA kelas.  



3.      Buku Pantauan dan Buku Komunikasi

Dalam pembelajaran hafalan Al Qur’an, hafalan hadits, buku panduan menulis Arab dan Latin. Dibuku buku tersebut terdapat kolom orang tua untuk tanda tangan dan memantau perkembangan belajar anak. Juga ada kolom usulan dan saran kepada guru.


4.   Belajar di rumah

Kegiatan ini berupa informasi tentang apa dan bagaimana orangtua membantu anak menciptakan kebiasaan belajar dan budaya belajar yang baik saat di rumah secara terjadwal, kemudian berdiskusi dan selalu berkomunikasi dengan guru berkaitan dengan kesulitan dan perkembangan belajar anak melalui media pribadi.

5.   Musyawarah Kelas

Orangtua siswa diberi peluang untuk terlibat dalam proses pembuatan keputusan di sekolah yang berkaitan dengan program kelas. Berupa penataan kelas, fasilitas kelas, saran prasarana kelas dan lainnya.

Pelibatan orangtua siswa dalam pengambilan keputusan ini menjadi sangat strategis dan bermakna karena mereka merasa dilibatkan dan pada gilirannya mereka merasa memiliki sekolah. Hal ini akan mendorong mereka ikut bertanggung jawab dalam melaksanakan keputusan bersama tersebut.

SDS IT ALFALAH


Tidak ada komentar:

Posting Komentar