Selasa, 23 Mei 2017

HIGIENE WANITA SAAT HAIDH


Higiene (kebersihan) individu  berperan penting dalam kesehatan seseorang. Apalagi pada wanita, karena jika kebersihan alat reproduksi tidak dijaga, bisa menyebabkan gangguan dan penyakit pada alat reproduksi. Dari yang paling ringan berupa keputihan, iritasi vulva sampai infeksi dinding rahim ataupun perlengketan tuba yang bisa menyebabkan infertilitas atau kemandulan.
Pada saat menstruasi pembuluh dalam rahim mudah terinfeksi kuman. Kebersihan alat kelamin harus dijaga karena kuman mudah masuk dan menimbulkan infeksi saluran reproduksi. Di bawah ini beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama pada saat haidh dan juga keseharian seorang wanita:
1. Perawatan kulit dan wajah
    Pada saat haidh produksi kelenjar keringat meningkat, apalagi pada bagian muka, bersihkanlah     muka lebih sering daripada biasanya.
 2. Pemakain pembalut
     Harus diganti  setiap 3-4jam sekali, jika haidh lebih banyak, diganti lebih sering lagi
3. Mencuci tangan sebelum dan sesudah menangani darah haidh
4. Gunakan air bersih, hindari penggunaan cairan pembilas vagina
5. Penggunaan cairan pencuci vagina tdk boleh terlalu sering, hanya untuk indikasi khusus
6. Jangan pakai sabun mandi,  gunakan sabun bayi krn pHnya sesuai dengan pH vagina
5. Membersihkan daerah kemaluan dari arah depan ke belakang. Jangan terbalik, karena dubur      banyak kuman
6. Setelah dari kamar mandi, selalu keringkan daerah kemaluan dengan handuk khusus/tissue
7. Ganti pakaian dalam minimal 2x sehari, jangan ketat dan pilih yang lembut  kainnya (katun)

 Tentang pembalut
ž  Jika dirasa pembalut sudah ”penuh”, segera diganti.
ž  Tidak ada patokan khusus frekuensinya,rata-rata 3-4 jam sekali
Ingat darah adalah media terbaik tumbuhnya kuman

# Tips Memilih Pembalut
1.Tidak menimbulkan gatal-gatal/ iritasi
2. Lembut dengan daya serap tinggi  
3. Hindari pembalut yang mengandung bahan pewangi  
4. Gunakan pembalut satu kali pakai, jangan mencuci lalu menggunakannya kembali Ganti pembalut           tiap 2-3 /3-4 jam sekali / sesuaikan dengan volume darah yang keluar 
5.Jangan utamakan yang murah, tapi utamakanlah yang berkualitas 
Jika terjadi iritasi atau gatal-gatal pada area
kemaluan àGanti pembalut  lain
6. Belum tentu pembalut herbal lebih aman dipakai, yang terpenting dari pemakaian pembalut adalah gantilah pembalut sesering mungkin, jangan biarkan darah haidh kontak terlalu lama dengan kulit vagina.

# Tes Daya Serap Pembalut
Tuangkan air sekitar 35 - 50 ml/cc pada permukaan pembalutàDiamkan beberapa saat, àtekan selembar tisu kering ke permukaan pembalut ,tekan agak kuat, seperti jika pembalut yang dipakai kita dudukià Jika tisu basah, daya serap pembalut kurang memadai
  à kelembaban vagina terganggu, jika  terus-menerus à banyak bakteri yang tumbuh di area tersebut

# Tes Kualitas dan Kandungan Pembalut
Siapkan setengah gelas air putih dalam gelas  bening agar proses tes bisa terlihat.
Sobek pembalut ,ambil bagian dalam pembalut yang berupa kapas atau bahan penyerap
Masukkan kapas atau bahan penyerap ke dalam gelas yang berisi air.
Jika hancur seperti kertas berarti bahan pembalut tersebut kurang berkualitas
 Jika airnya keruh maka bahan pembalut mengandung bahan berbahaya seperti pemutih klorin.

Wallohu a’lam. Semoga bermanfaat

Diambil dari materi penyuluhan pondok putri Al Madinah,  Syawal 1436H

dr. Ummul Hasan Yuni Aryanti

Staff Ustadzah SDIT AL FALAH Cawas, Klaten

Tidak ada komentar:

Posting Komentar